Minggu, 10 Juli 2011

pelajaran dari sebuah film *film labil khas ABG indonesia :D

Cinta Seperti Secangkir Kopi

Baru-baru ini dengan tidak di rencanakan, aku menemani seorang sepupuku menonton film. Yap, dari cover film memang sangat dia sekali. Aku menduga-duga ini adalah film tentang cinta-cintaan anak SMA *whaaat? kenapa topik seputar hidup ga jauh sama yang namanya cinta-cintaan sih (lagi sensi). OK, ternyata dugaanku bener. Film  labil bertemakan cinta dan persahabatan masa SMA yang penuh liku dalam perjuangannya. 

Film yang berlatar kota Bandung tersebut menceritakan tentang dua orang remaja yang bernama Mili dan Nathan (yeeeyy, kalian pasti pernah denger). Mereka memiliki karakter yang berbeda *ya iyalah ya.. Mili cenderung santai dan menikmati hidup dengan caranya sendiri. Boleh dibilang dia juga kurang pandai dalam akademik. Sedangkan Nathan sangat serius dengan pendidikan dan membuatnya sedikit kaku dan dapat dibilang study oriented. Mili memiliki dua orang sahabat *duh lupa namanya siapa*. Ok, tanpa basa-basi pokoknya mereka jadian lah ya. Lalu, tiba saatnya mereka harus melepas bangku SMA dan pergi menggapai mimpinya masing-masing. Hmm, cukup ketebak banget, Nathan memutuskan hubungan mereka dan memilih konsen kuliah. Mili ? ya pastilah sakit hati but she still move on. Dia berhenti kuliah *karena pada dasarnya ga suka belajar* dan memilih menjadi penulis. Ini nih bagian yang cukup buat aku dan adeku ngakak. Hmm, penulis tersohor macam manapun ga mungkinlah ya baru satu hari ngeluarin buku terus toko buku mendisplay hampir seluruh rak dengan bukunya dan orang-orang sangat antusias ngambilin buku dari raknya (hmm..)

Selasa, 05 Juli 2011

Hai, kamu apa kabar ?

Hai sahabat !
apa kabarmu ? mari kita bercerita..

Pernah punya sahabat ?
*ehem pertanyaan pembuka yang sebenarnya hanya basa-basi.

Tentu saja kita semua pernah punya sahabat.
Entah bagaimana datangnya, dengan cara bagaimana, bertahan berapa lama dan apapun itu bentuknya (mungkin saja sebuah benda atau hewan kan ?) siapapun pernah memiliki sahabat.


Minggu, 03 Juli 2011

paradigma baru

Pada akhirnya saya menemukan paradigma baru, bahwa : setiap kalimat memiliki makna yang bersifat dinamis.

apa maksudnya ?

Begini maksudnya, ketika ada seseorang yang berkata betapa dia mencintai kamu maka makna yang dia ucapkan hari itu mungkin akan berbeda dalam hitungan waktu. mungkin tahun, bulan, minggu atau bahkan hari. Tidak ada yang tahu.









magna domina :D

Sabtu, 02 Juli 2011

it was gone.

i lost my passion. in my study, my live, and my friendship.


ini pengalaman pertamaku dengan sesuatu yang membutuhkan perasaan dan logika sebut saja pacaran.
perjalanan panjang yang melelahkan selama 2 tahun 2 bulan 2 minggu (hei anda ! koq bisa pas gini ?)
2 tahun 2 bulan 2 minggu yang tidak akan saya sesali dan tidak akan saya tukar dengan apapun karena itu indah.
Segala tawa, tangis, marah, canda, cemburu dan benci yang ada di dalamnya adalah indah.
Saya begitu polos dan naif. Berharap bahwa cerita saya akan berakhir seperti kisah cinderella atau mungkin sleeping beauty. Happily Ever After.

ada sebuah petuah yang dia berikan pada saya
"Jangan menyerah untuk mencoba dan Jangan mencoba untuk menyerah"
saya mencobanya terus dan terus. Dia pun begitu. Tapi kita berusaha terlalu keras sehingga tidak menikmati apa yang dinamakan proses.
mungkin kita berlari terlalu jauh dari dunia masing-masing sehingga merasa rindu untuk kembali.
nightmare was end, dude..
yes i let u go :D

Senin, 21 Maret 2011

Love at First Sight

Seberapa cinta anda pada dia ? This Much = ~


Pertama kali bertemu dia, ketika seorang teman saya menawarkannya pada saya. Pastinya! saya langsung senang mendengar kabar itu. Setelah akhirnya menemukan tanggal yang cocok saya janjian di kost seorang teman. Saya cukup bersemangat menunggu hari itu. Ketika sampai tepat di depan pintu kamar teman saya, entah mengapa saya menjadi tambah deg-degan
Hufft!
Oke, sejak kapan saya jadi pemalu dan gak berani buat ketemuan kayak gini?
Pintu kamar dengan kekuatan sangat dahsyat akhirnya saya buka.
WAW..
dia gak ganteng!
tapi dia IMUT bangett !

Senin, 14 Maret 2011

Sekolah = Gudang Hukuman ?

Tulisan pertama saya ini berawal dari foto yang menghebohkan dunia maya tentang aksi seorang guru yang menghukum siswa dengan cara yang ‘berbeda’ di Calcuta, India. Guru tersebut menghukum siswa-siswa Sekolah Dasar dengan cara melidas tangan mereka dengan menggunakan sepeda motor. 
Hukuman tersebut diberikan dengan alasan para siswa malas mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah). Ternyata tidak hanya di India, di Indonesia tepatnya di Sumatera Utara, Laguboti, seorang guru menghukum siswa yang tidak mengerjakan PR dengan cara mengikat kemaluan dengan menggunakan karet gelang (Tabloid Nova, ed 1443 Thn. XVIII). Kedua kasus tersebut menciptakan reaksi yang sangat hebat dari kalangan masyarakat khususnya orang tua murid. Para orang tua yang muridnya menjadi korban memberikan reaksi yang berbeda-beda. Ada yang membalas perilaku guru tersebut dengan kekerasan dan adapula yang bereaksi melalui jalur hukum. Dunia pendidikan yang semula dianggap berkualitas dan aman bagi perkembangan anak, kini menimbulkan ketakutan yang besar dalam masyarakat. Walaupun siswa melakukan kesalahan dengan tidak mengerjakan PR, apakah hukuman yang diberikan sudah sewajarnya diterima siswa?