ini pengalaman pertamaku dengan sesuatu yang membutuhkan perasaan dan logika sebut saja pacaran.
perjalanan panjang yang melelahkan selama 2 tahun 2 bulan 2 minggu (hei anda ! koq bisa pas gini ?)
2 tahun 2 bulan 2 minggu yang tidak akan saya sesali dan tidak akan saya tukar dengan apapun karena itu indah.
Segala tawa, tangis, marah, canda, cemburu dan benci yang ada di dalamnya adalah indah.
Saya begitu polos dan naif. Berharap bahwa cerita saya akan berakhir seperti kisah cinderella atau mungkin sleeping beauty. Happily Ever After.
ada sebuah petuah yang dia berikan pada saya
"Jangan menyerah untuk mencoba dan Jangan mencoba untuk menyerah"
saya mencobanya terus dan terus. Dia pun begitu. Tapi kita berusaha terlalu keras sehingga tidak menikmati apa yang dinamakan proses.
mungkin kita berlari terlalu jauh dari dunia masing-masing sehingga merasa rindu untuk kembali.
nightmare was end, dude..
yes i let u go :D
Tapi ternyata tidak semudah itu. Ternyata masih ada proses yang begitu menyakitkan yang biasa disebut pulih.
Mau ditutupi sebagaimanapun jumlah jerawat dipipi saya tidak bisa menipu. Mau disembunyikan bagaimana pun ada yang bilang 'Auramu ga enak'
Saya ingin sembunyi di dalam lemari tua dan terkunci rapat. Saya ingin tidur yang lama dan ketika bangun semua menjadi indah (lagi). Tapi untuk yang satu ini saya tidak bisa mengharapkan sesuatu yang instan.
Mau tidak mau, siap tidak siap, saya harus berproses.
Proses yang teman-teman saya yakinkan bahwa setelah melewatinya saya akan menjadi manusia oke yang lebih dewasa.
Tapi, disadari tidak disadari saya mencoba lari dari proses ini. Saya berlari dan mencari gua lalu sembunyi didalamnya.
saya lari dari realita dan orang-orang yang saya sebut sahabat. saya lari dari tugas dan tanggung jawab dengan harapan saya dapat pulih lebih cepat.
saya membuat banyak kekacauan kecil lainnya. Saya membuat sahabat-sahabat saya jengkel karena tak memberikan kabar. Saya membuat teman-teman saya was-was karena melaju keluar kota sendirian.
bisakah untuk kali ini saja, tanpa perlu saya bilang kalau saya hanya ingin SEMBUNYI ?
tapi..
ya, saya sadar kalau tak selamanya saya bisa sembunyi..
hanya waktu yang membedakan kapan saya mau menghadapi realita..
i tired to push my self too hard.
let it slowly.
seperti kata seorang sahabat pada saya :
hidup tak melulu soal cinta, lakukan banyak hal yang sempat tertuda jangan biarkan langkah kaki kecil ini terhenti.
tapi, jangan takut untuk membuka hati.
karena ketika kita merasakan terjatuh kita juga akan segera merasakan nikmatnya bangkit.
magna domina :D


0 komentar:
Posting Komentar