Cinta Seperti Secangkir Kopi
Baru-baru ini dengan tidak di rencanakan, aku menemani seorang sepupuku menonton film. Yap, dari cover film memang sangat dia sekali. Aku menduga-duga ini adalah film tentang cinta-cintaan anak SMA *whaaat? kenapa topik seputar hidup ga jauh sama yang namanya cinta-cintaan sih (lagi sensi). OK, ternyata dugaanku bener. Film labil bertemakan cinta dan persahabatan masa SMA yang penuh liku dalam perjuangannya.
Film yang berlatar kota Bandung tersebut menceritakan tentang dua orang remaja yang bernama Mili dan Nathan (yeeeyy, kalian pasti pernah denger). Mereka memiliki karakter yang berbeda *ya iyalah ya.. Mili cenderung santai dan menikmati hidup dengan caranya sendiri. Boleh dibilang dia juga kurang pandai dalam akademik. Sedangkan Nathan sangat serius dengan pendidikan dan membuatnya sedikit kaku dan dapat dibilang study oriented. Mili memiliki dua orang sahabat *duh lupa namanya siapa*. Ok, tanpa basa-basi pokoknya mereka jadian lah ya. Lalu, tiba saatnya mereka harus melepas bangku SMA dan pergi menggapai mimpinya masing-masing. Hmm, cukup ketebak banget, Nathan memutuskan hubungan mereka dan memilih konsen kuliah. Mili ? ya pastilah sakit hati but she still move on. Dia berhenti kuliah *karena pada dasarnya ga suka belajar* dan memilih menjadi penulis. Ini nih bagian yang cukup buat aku dan adeku ngakak. Hmm, penulis tersohor macam manapun ga mungkinlah ya baru satu hari ngeluarin buku terus toko buku mendisplay hampir seluruh rak dengan bukunya dan orang-orang sangat antusias ngambilin buku dari raknya (hmm..)




